dan
PERLENGKAPANNYA
|
|
KOMPETENSI DASAR
Menjelaskan tentang praktik pembelajaran mikro baik
peralatan pendukung maupun mekanisme penyelenggraannya.
INDIKATOR
- Menjelaskan praktik pembelajaran mikro
- Menjelaskan arti pembelajaran
- Membedakan pembelajaran dengan pembelajaran mikro
- Menjelaskan inti strategi dalam perkulihan mikro teaching
- Menjelaskan peralatan pendukung dalam penyelenggraan perkulihan mikro teaching
- Menjelaskan jenis rekaman yang harus ada dalam praktik micro teaching tanpa rekaman audio visual.
- Menjelaskan jenis rekaman rekaman yang harus ada dengan rekaman audio visual.
- Menjelaskan tujuan analisis data hasil rekaman tertulis dan audio visual dalam praktik micro teaching
- Menjelaskan tugas observer sebelum diselenggrakan forum diskusi umpan balik.
- Menjelaskan manfaat forum diskusi umnpan balik
Pada perkembangan pendidikan saat ini, peran guru tidak
lagi sebagai pengajar (bertugas mengajar), tetapi telah berubah menjadi
bertugas memberi pembelajaran. Kegiatan pengajaran, menjadi lebih lazim disebut
sebagai kegiatan pembelajaran. Istilah guru-murid menjadi pemberi pebelajaran-
peserta belajar, Proses Belajar dan Mengajar (PBM) menjadi Proses Pembelajaran
dan Belajar (PPB) lebih lazim disebut proses pembelajaran.
Pembelajaran adalah susunan informasi
dan lingkungan yang sengaja didesain untuk memudahkan belajar. Lingkungan yang
dimaksud, tidak hanya tempat dimana pembelajaran berlangsung, tetapi juga
metode, media, dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk menyampaikan informasi
dan membimbing siswa belajar. (Heinich, dkk. 1993). Kata kunci arti
pembelajaran adalah susunan informasi,
penataan lingkungan, dan memudahkan
belajar.
Apakah
pembelajaran mikro?
Pembelajaran mikro atau biasa juga disebut dengan micro
teaching “mungkin lebih tepat dengan micro
instructional”. Adalah suatu strategi perkuliahan untuk menyiapkan calon
guru sehingga menguasai keterampilan-keterampilan dasar memberikan
pembelajaran. Pembelajaran mikro sebenarnya merupakan miniatur dari
pembelajaran sesungguhnya, sehingga seluruh dimensi pembelajaran juga terdapat
dalam pembelajaran mikro, tetapi dengan ukuran yang serba kecil.
Dosen melatihkan pembelajaran mikro
kepada mahasiswa dan mahasiswa latihan praktik pembelajaran mikro (praktikum micro teaching), ini merupakan inti
strategi perkuliahan micro teching.
Dengan strategi pembelajaran seperti itu, diharapkan akan membentuk keterampilan-keterampilan
sebagai seorang guru dalam arti makro.
Peralatan Pendukung Perkulihan Micro Teaching
Untuk penyelenggaraan perkulihan micro teaching, selain
kesiapan teoritik tentang pembelajaran mikro juga diperlukan peralatan-peralatan
pendukung, diantaranya:
- Studio micro teaching, dibeberapa LPTK seperti Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung menyebut dengan Laboratorium Pembelajaran, sering juga disebut sebagai Laboratorium Micro Teaching.
- Panduan Penyelenggaraan praktikum untuk dosen, meliputi recana setiap kegiatan perkuliahan, baik pembelajaran untuk penguasaan teoritik, penugasan untuk menunjang penguasaan teoritik, mapun rencana praktikum, instrumen observasi dan sistem asesmen.
- Panduan Praktikum Pembelajaran Mikro untuk Mahasiswa, meluputi: Bahan bacaan untuk penguasaan teoritik, panduan tugas untuk menunjang penguasaan teoritik, dan panduan praktikum (termasuk instrumen asesmen)
Di dalam Laboratorium Micro
Teaching diperlukan pralatan-peralatan khusus untuk keperluan perekaman dan
penayangan ulang ptraktik pembelajaran mikro. Peralatan-peralatan tersebut
berupa: Kelas micro dengan segala asoseris khususnya, meliputi: meja kursi yang
representatif seperti di sekolah, papan tulis, OHP, perlatan multi media
(komputer multi media, Televisi, kamera film, DVD player, VCD Player)
Gambar.1.1
Kelas Studio Micro Teaching FKIP
Unila (Maret , 2005)
Instrumen obeservasi terfokus
praktikum pembelajaran mikro dan rekaman audio-visual
Untuk mengases penguasaan keterampilan
oleh praktikan dalam pembelajaran mikro, diperlukan instrumen yang dapat
merekam (mengabadikan) jalannya presentasi praktik pembelajaran mikro. Salah
satu instrumen yang dapat digunakan adalah berupa instrumen observasi terfokus
(secara terperinci dibahas dalam bab 2, sebagai instrumen asesmen praktikum
pembelajaran mikro). Instrumen observasi terfokus berupa borang yang digunakan
untuk melakukan pengamatan dan perekaman serta penilaian secara tertulis.
Pengisian borang difokuskan pada indikator-indikator suatu keterampilan dasar
memberi pembelajaran. Instrumen observasi terfokus ini biasanya terdapat dalam
panduan dosen maupun panduan mahasiswa, atau secara keseluruhannya terdapat dalam
buku ajar mata kuliah mikro teaching.
Selain instrumen observasi terfokus,
bisa juga disertai dengan hasil rekaman audio-visual berupa video tape maupun Video Compac Dis (VCD). Rekaman audio-visual ini dapat tersedia
jika studio tempat praktik memiliki fisilitas perekaman film. Sebagai contoh di
Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Lampung, meskipun belum begitu
representatif, namun telah memiliki kamera film MiniDV yang dilengkapi dengan
peralatan transfer VCD.
Perbedaan hasil
rekaman antara yang menggunakan Instrumen Observasi terfokus dengan yang
menggunakan Perekam Audio-Visual.
Rekaman yang diperoleh menggunakan
instrumen observasi terfokus, khusus untuk satu keterampilan dasar saja, karena
setiap satuan instrumen yang dirakit difokuskan pada satu keterampilan dasar.
Sedangkan hasil rekaman Audio-visual berupa rangkaian utuh dari keseluruhan
keterampilan yang dapat ditampilkan dalam satu kali presentasi praktik
pembelajaran mikro.
Untuk suatu LPTK sudah dilengkapi
dengan Studio Pembelajaran Mikro dan memiliki perekam audio-visual, maka sudah
seharusnya dalam setiap praktik dalam kuliah Micro Teaching ada rekaman tertulis dan rekaman audio-visualnya.
Rekaman tertulis berguna untuk membantu
peserta kuliah (calon guru) untuk mendalami teorinya secara cermat. Sedangkan
rekaman audio-visual berguna untuk membantu praktik penyelenggaraan
pembelajarannya.
Forum Diskusi Umpan Balik
Dosen dan observer (minimal 2 orang mahasiswa, dengan 3
sumber data dapat dilakukan triangulasi) perlu melakukan analisis terhadap data
yang terekam dalam instrumen observasi terfokus serta rekaman otentik
audio-visual. Analisis dilakukan untuk melihat:
- Indikator suatu keterampilan dasar yang belum di praktikkan.
- Indikator suatu keterampilan dasar yang sudah dipraktikkan tetapi belum tertampilkan secara oiptimal.
- Kebiasaan buruk yang muncul selama presentasi praktik pembelajaran mikro, seperti sering menyisir rambut dengan jari, sering memegang hidung, sering mengucap: “apa itu”, “eee...”, “barangkali...”; mengucapkan kata tidak lengkap (terpotong)
- Penampilan fisik , seperti pakaian dan cara berpakaian, potongan rambut dan penataannya/cara bersisir.
Hasil analisis tersebut disampaikan kepada praktikan sebagai umpan
balik. Penyampaian umpan bailik dari dosen maupun observer dalam forum diskusi
kelas atau disebut forum diskusi umpan balik. Balikan-balikan yang disampaikan
kepada praktikan menjadi bahan diskusi kelas. Diskusi dan hasilnya haruslah
dalam bentuk saran-saran preskriptif sehingga dapat langsung digunakan praktikan
untuk memperpaiki penampilan kinerja pembelajaran dalam presentasi praktik
pembelajaran mikro berikutnya. Mekanisme praktik semacam ini akan menjadikan
praktikan semakin matang menguasai suatu keterampilan yang menjadi fokus
amatan.
RANGKUMAN
Praktikum presentasi pembelajaran mikro marupakan praktik
pembelajaran dalam skala mikro. Setiap dimensi pembelajaran sebenarnya akan
ditemui juga dalam pembelejaran mikro, hanya saja dalam ukuran kecil. Tujuan
utama dari pennyelenggraaan praktik presentasi pembelajaran mikro pada setiap
kali presentasinya adalah untuk melatih satu keterampilan dasar. Perekaman
secara tertulis selama presentasi praktik pembelajaran mikro menggunakan
Instrumen observasi terfokus. Setiap satu satuan instrumen observasi terfokus
berupa borang yang pengisiannya terfokus pada indikator-indikator satu
keteramnpilan dasar memberikan pembelajaran. Selain reka-man secara tertulis,
presentasi praktik pembelajaran mikro juga direkam secara audio-visual. Data
yang terakam baik yang tertulis maupun rekaman audio visual dianalisis untuk
mengetahui, apakah suatu keterampilan dasar:
- Indikator suatu keterampilan dasar yang belum di praktikkan.
- Indikator suatu keterampilan dasar yang sudah dipraktikkan tetapi belum tertampilkan secara oiptimal.
- Kebiasaan buruk yang muncul selama presentasi praktik pembelajaran mikro.
- Penampilan fisik. , seperti pakaian (model dan cara berpakaian), potongan rambut dan penataannya/cara bersisir.
Keempat hal hasil analisis tersebut dijadikan bahan
diskusi dalam forum diskusi umpan balik. Forum diskusi umpan balik
diselenggrakan sebagai sarana untuk memberikan umpan balik kepada praktikan
khususnya dan menjadi bahan belajar bagi seluruh peserta kuliah. Hasil Diskusi
umpan balik berupa saran preskriptif untuk memperbaiki keterampilan
pembelajaran mikro.
TES PENGUASAAN HASIL BELAJAR
- Jelaskan bagaimana penyelenggaraan praktik pembelajaran mikro!
- Jelaskan arti pembelajaran!
- Uraikan secara tertulis beda pembelajaran dengan pembelajaran mikro!
- Jelaskan inti strategi perkulihan mikro teaching!
- Jelaskan peralatan pendukung dalam penyelenggraan perkulihan mikro teaching!
- Jelaskan jenis rekaman yang harus ada dalam praktik micro teaching tanpa rekaman audio visual!
- Jelaskan jenis rekaman rekaman yang harus ada dengan rekaman audio visual!
- Jelaskan tujuan analisis data hasil rekaman tertulis dan audio visual dalam praktik micro teaching!
- Jelaskan tugas observer sebelum diselenggarakan forum diskusi umpan balik!
- Jelaskan manfaat forum diskusi umpan balik !
